Iklan Gratis di Mukomukoshare
Free Space

MP3 Kajian Kitab Al Kabair (Dosa-Dosa Besar)

MP3 Kajian Kitab Al Kabair (Dosa-Dosa Besar)

Download MP3 Kajian Kitab Al-Kabair (Dosa-Dosa Besar) Lengkap !  Bersama: Asy-Syaikh ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr Hafidzahullah 


Link Download:
1. Mukadimah – Bagian ke-1 – Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr) Download
2. Mukadimah – Bagian ke-2 – Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr) Download
3. Mukadimah – Bagian ke-3 – Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr) Download
4. Dosa Besar Pertama: Syirik / Menyekutukan Allah – Bagian ke-1 – Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr) Download
5. Dosa Besar Pertama: Syirik / Menyekutukan Allah – Bagian ke-2 – Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr) Download
6. Dosa Besar Kedua: Membunuh Jiwa yang Diharamkan oleh Allah – Bagian ke-1 – Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr) Download
7. Dosa Besar Kedua: Membunuh Jiwa yang Diharamkan oleh Allah – Bagian ke-2 – Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr) Download
8. Dosa Besar Ketiga: Sihir – Bagian ke-1 – Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr) Download
9. Dosa Besar Ketiga: Sihir – Bagian ke-2 – Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr) Download
10. Dosa Besar Keempat: Meninggalkan Shalat – Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr) Download
11. Dosa Besar Kelima: Tidak Membayar Zakat – Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr) Download
12. Dosa Besar Keenam: Durhaka kepada Kedua Orang Tua – Bagian ke-1 – Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr) Download
13. Dosa Besar Keenam: Durhaka kepada Kedua Orang Tua – Bagian ke-2 – Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr) Download
14. Dosa Besar Ketujuh hingga Kesembilan: Memakan Riba, Memakan Harta Anak Yatim dan Menzaliminya, serta Dusta atas Nama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam – Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr) Download
15. Dosa Besar Kesepuluh hingga Kedua Belas: Berbuka Puasa di Bulan Ramadhan tanpa Udzur, Lari dari Medan Perang, dan Zina – Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr) Download
16. Dosa Besar Kedua Belas: Zina – Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr) Download
17. Dosa Ketiga Belas (Pemimpin yang Melakukan Penipuan dan Kezaliman kepada Rakyatnya, Bagian ke-1) Download
18. Dosa Ketiga Belas (Pemimpin yang Melakukan Penipuan dan Kezaliman kepada Rakyatnya, Bagian ke-2) Download
19. Dosa Ketiga Belas dan Keempat Belas: Pemimpin yang Melakukan Penipuan dan Kezaliman kepada Rakyatnya – Bagian ke-3 dan Minum Khamar – Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr) Download
20. Dosa Kelima Belas: Sombong (Bagian ke-1) – Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr) Download
21. Dosa Kelima Belas: Sombong (Bagian ke-2) – Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr) Download
22. Dosa Keenam Belas dan Ketujuh Belas: Persaksian Palsu dan Homoseksual – Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr) Download
23. Dosa Kedelapan Belas dan Kesembilan Belas: Menuduh Zina kepada Wanita Baik-Baik dan Ghulul / Mengambil Harta yang Bukan Haknya dari Ghanimah, Baitul Mal, atau Zakat – Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr) Download
24. Dosa Kedua Puluh: Kezaliman dengan Mengambil Harta Manusia dengan Cara yang Batil – Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr) Download
25. Dosa Besar Kedua Puluh Satu hingga Kedua Puluh Tiga: Mencuri, Merampok, dan Sumpah Palsu – Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr) Download
26. Dosa Kedua Puluh Empat dan Kedua Puluh Lima: Kebiasaan Berdusta dan Bunuh Diri – Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr) Download
27. Dosa Kedua Puluh Enam: Hakim yang Jahat – Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr) Download
28. Dosa Kedua Puluh Tujuh hingga Ketiga Puluh: Suami Tidak Cemburu kepada Istrinya, Wanita Menyerupai Laki-Laki dan Sebaliknya, Mempermainkan Pernikahan, hingga Memakan Bangkai, Darah, dan Daging Babi – Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr) Download
29. Dosa Ketiga Puluh Satu hingga Ketiga Puluh Tiga: Tidak Bersuci setelah Kencing, Pungutan Liar, dan Riya – Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr) Download
30. Dosa Ketiga Puluh Empat dan Ketiga Puluh Lima: Khianat dan Belajar Ilmu Agama dengan Tujuan Dunia serta Menyembunyikan Ilmu – Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr) Download
31. Dosa Besar Ketiga Puluh Lima dan Ketiga Puluh Enam: Belajar Ilmu Agama dengan Tujuan Dunia serta Menyembunyikan Ilmu dan Mengungkit-ungkit Kebaikan – Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr) Download
32. Dosa Besar Ketiga Puluh Tujuh: Mendustakan Takdir – Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr) Download
33. Dosa Besar Ketiga Puluh Delapan dan Ketiga Puluh Sembilan: Menguping Pembicaraan Rahasia & Tukang Laknat  – Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr) Download
34. Dosa Besar Keempat Puluh- Mengkhianati Janji - Bagian ke-1 - Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. 'Abdur Razzaq Al-Badr) Download
35. Dosa Besar Keempat Puluh- Mengkhianati Janji - Bagian ke-2 - Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. 'Abdur Razzaq Al-Badr) Download
36. Dosa Besar Keempat Puluh Satu- Membenarkan Dukun dan Ahli Nujum - Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. 'Abdur Razzaq Al-Badr) Download
37. Dosa Besar Keempat Puluh Dua- Istri yang Durhaka - Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. 'Abdur Razzaq Al-Badr) Download
38. Dosa Besar Keempat Puluh Tiga dan Keempat Puluh Empat- Memutus Silaturahmi & Menggambar Makhluk Bernyawa - Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. 'Abdur Razzaq Al-Badr) Download
39. Dosa Besar Keempat Puluh Lima s.d Keempat Puluh Tujuh - Adu Domba, Meratapi Mayit & Mencela Nasab - Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. 'Abdur Razzaq Al-Badr) Download
40. Dosa Besar Keempat Puluh Delapan dan Keempat Puluh Sembilan - Berbuat Zalim, Melampaui Batas, hingga Memberontak dan Mengkafirkan Orang Lain Dikarenakan Melakukan Dosa Besar - Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. 'Abdur Razzaq Al-Badr) Download
41. Dosa Besar Kelima Puluh dan Kelima Puluh Satu - Mengganggu dan Mencaci Maki Kaum Muslimin serta Menyakiti dan Memusuhi Para Wali Allah - Kitab Al-Kabair (Syaikh  Prof. Dr. 'Abdur Razzaq Al-Badr) Download
42. Dosa Besar Kelima Puluh Dua - Isbal - Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. 'Abdur Razzaq Al-Badr) Download
43. Dosa Besar Kelima Puluh Tiga s.d Kelima Puluh Enam - Memakai Sutra dan Emas bagi Kaum Lelaki hingga Mengubah Batas Tanah - Kitab Al-Kabair (Syaikh  Prof. Dr. 'Abdur Razzaq Al-Badr) Download
44. Dosa Besar Kelima Puluh Tujuh dan Kelima Puluh Delapan- Mencela Para Sahabat Nabi dan Mencela Orang-Orang Anshar - Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr) Download
45. Dosa Besar Kelima Puluh Sembilan hingga Keenam Puluh Satu- Mengajak kepada Kesesatan hingga Mengacungkan Benda Tajam kepada Saudaranya - Kitab Al-Kabair (Syaikh  Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr)  Download
46. Dosa Besar Keenam Puluh Dua dan Keenam Puluh Tiga - Mengakui Orang Lain sebagai Bapak dan Thiyarah - Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr)  Download
47. Dosa Besar Keenam Puluh Empat dan Keenam Puluh Lima - Minum Menggunakan Bejana Emas dan Perak serta Perdebatan dan Permusuhan - Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr) Download
48. Dosa Keenam Puluh Enam hingga Ketujuh Puluh- Mengebiri serta Menyiksa Budak, Mengurangi Timbangan, hingga Kufur Nikmat - Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr) Download
49. Dosa Ketujuh Puluh Satu hingga Ketujuh Puluh Tiga- Menahan Kelebihan Air, Menato Wajah Hewan, dan Berjudi - Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr) Download
50. Dosa Besar Ketujuh Puluh Empat hingga Ketujuh Puluh Enam- Melakukan Dosa di Tanah Suci, Meninggalkan Shalat Jumat, dan Membocorkan Rahasia Kaum Muslimin - Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr) Download
51. Perkara-Perkara yang Diperkirakan Termasuk Dosa Besar - Bagian ke-1 - Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr) Download
52. Perkara-Perkara yang Diperkirakan Termasuk Dosa Besar - Bagian ke-2 - Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr) Download
53. Perkara-Perkara yang Diperkirakan Termasuk Dosa Besar - Bagian ke-3 - Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr) Download


Mukadimah Bagian ke-1


Di antara perkara yang harus diketahui oleh setiap muslim dan muslimah yaitu mengenal dosa-dosa besar atau Al-Kabair. Hal itu dikarenakan Allah Ta’ala memerintahkan kita untuk menjauhi dosa-dosa besar, dan Allah Ta’ala juga melarang kita untuk mendekati dosa-dosa besar tersebut di dalam banyak ayat yang disebutkan di Al-Qur’an Al-Karim. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga melarang hal demikian di dalam hadits-haditsnya.

Tidak mungkin kita bisa menjauhi dosa-dosa besar tersebut, kecuali setelah kita mengetahui apa saja yang termasuk dosa-dosa besar tersebut. Setelah kita mengetahui dan mempunyai ilmu tentang dosa-dosa besar insya Allah kita akan bisa menjauhinya. Sebagian ulama salaf mengatakan:

كيف يتقي من لا يدري ما يتقي

“Bagaimana seseorang bisa menghindar dari sesuatu yang dia tidak tau apa yang harus ia menghindar darinya.”

Barangsiapa yang tidak mengetahui apa itu dosa-dosa besar dan barangsiapa yang tidak mengetahui apa itu Al-Kabair, dan juga tidak mengetahui tentang ancaman-ancaman yang keras dari Al-Quran dan As-Sunnah terhadap para pelakunya, maka bagaimana ia akan menghindar dari dosa-dosa besar tersebut?

Mukadimah (Bagian ke-2)

Di awal kitab Al-Kabair, Imam Adz-Dzahabi rahimahullah menyebutkan beberapa faidah yang berkaitan dengan dosa-dosa besar. Kemudian beliau menyebutkan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ

“Shalat lima waktu, dari Jumat ke Jumat yang lain, dan dari Ramadhan ke Ramadhan yang lain merupakan penghapus dosa-dosa selama dosa-dosa besar dijauhi.”

Mukadimah (Bagian ke-3)

Dosa-dosa besar memiliki beberapa pembagian di sisi para ulama, maka dari itu setiap muslim dan muslimah harus mengetahui pembagian-pembagian ini. Telah dijelaskan bahwa dosa pada umumnya terbagi menjadi dua, yaitu dosa-dosa besar dan dosa-dosa kecil. Dan dosa-dosa besar dibagi lagi menjadi dua sisi, yaitu melakukan yang dilarang atau meninggalkan sesuatu yang diperintahkan. Contoh dosa besar dari sisi melakukan yang dilarang adalah zina, adapun contoh dosa besar dari sisi meninggalkan sesuatu yang dilarang adalah seseorang meninggalkan shalat.

Dosa-dosa besar jika ditinjau sisi tempat, maka terbagi menjadi dua, yaitu dosa-dosa besar yang dilakukan di dalam hati dan dosa-dosa besar yang di lakukan oleh anggota tubuh.

Dosa Besar Pertama (Syirik / Menyekutukan Allah, Bagian ke-1)

Dosa pertama yang termasuk di antara dosa-dosa besar adalah syirik. Syirik adalah menyekutukan Allah dan menjadikan selain Allah sekutu. Termasuk kesyirikan pula adalah beribadah atau menyembah selain Allah, baik itu kepada batu, pohon, matahari, bulan, nabi, syaikh, bintang, malaikat, dan lain-lain. Semua itu adalah syirik besar yang merupakan dosa yang paling besar di antara dosa-dosa yang lainnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِنَّ اللّهَ لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاءُ

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendakiNya.” (QS. An-Nisa [4]: 48)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللّهُ عَلَيهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ

“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka.” (QS. Al-Maidah [5]: 72)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

“Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (QS. Luqman [31]: 72)


Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab Al-Kabair Ini: Dosa Besar Pertama (Syirik / Menyekutukan Allah, Bagian ke-2)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

“Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kedzaliman yang besar.” (QS. Luqman [31]: 72)

Barangsiapa yang menyekutukan Allah, lalu ia meninggal sebagai seorang musyrik, pastilah ia termasuk penghuni neraka. Sebagaimana misalnya seseorang yang beriman kepada Allah dan meninggal sebagai seorang mukmin, ia termasuk penghuni surga walaupun disiksa di neraka terlebih dahulu.

Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab Al-Kabair Ini: Dosa Besar Kedua (Membunuh Jiwa yang Diharamkan oleh Allah, Bagian ke-1)

Membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah untuk dibunuh merupakan dosa besar. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَمَن يَقْتُلْ مُؤْمِناً مُّتَعَمِّداً فَجَزَآؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِداً فِيهَا وَغَضِبَ اللّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَاباً عَظِيماً

“Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya”. (QS An-Nisa [4]: 93)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهاً آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَاماً، يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَاناً، إِلَّا مَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلاً صَالِحاً فَأُوْلَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُوراً رَّحِيماً

“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya). (Yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina. Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS Al-Furqan [25]: 68-70)


Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab Al-Kabair Ini: Dosa Besar Kedua (Membunuh Jiwa yang Diharamkan oleh Allah, Bagian ke-2)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لا ترجعوا بعدي كفارا يضرب بعضكم رقاب بعض

“Janganlah kalian kembali sepeninggalku nanti menjadi orang-orang kafir, sebagian dari kalian membunuh yang lain.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لقتل مؤمن أعظم عند الله من زوال الدنيا

“Membunuh seorang mukmin itu lebih besar kadarnya bagi Allah dari pada lenyapnya dunia.” (HR An-Nasai dan Al-Baihaqi)


Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab Al-Kabair Ini: Dosa Besar Ketiga (Sihir, Bagian ke-1)

Tukang sihir itu dihukumi kafir, firman Allah Ta’ala:

وَلَـكِنَّ الشَّيْاطِينَ كَفَرُواْ يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ

“Hanya setan-setan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia.” (QS Al-Baqarah [2]: 102)

Tujuan setan dalam mengajarkan sihir kepada manusia hanyalah agar manusia berbuat syirik kepada Allah. Allah bercerita tentang Harut dan Marut,

وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولاَ إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلاَ تَكْفُرْ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ وَمَا هُم بِضَآرِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ بِإِذْنِ اللّهِ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلاَ يَنفَعُهُمْ وَلَقَدْ عَلِمُواْ لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الآخِرَةِ

“Sedang keduanya (malaikat Harut dan Marut) tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu jangnalah kamu kafir”. Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya . Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat.” (QS Al-Baqarah [2]: 102)

Banyak orang yang berada di dalam kesesatan, mereka terjerumus ke dalam praktik sihir dengan dugaan bahwa hukum sihir hanyalah haram semata. Mereka tidak menyadari bahwa sihir adalah kekafiran. Mereka mempelajari dan mempraktikkan guna-guna yang jelas-jelas sihir. Seperti juga memutuskan ikatan suami istri, aji pengasih antara laki-laki dan perempuan, atau untuk menumbuhkan kebencian antara mereka. Dan praktik klenik semacam ini yang dilakukan dengan kata-kata misteri, rata-rata adalah kesyirikan dan kesesatan.

Hukuman bagi tukang sihir adalah dibunuh. Karena ia telah kufur kepada Allah atau sedang menuju kepada kekafiran. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

حَدُّ السّاحِرِ ضَرْبَةٌ بِالسَّيْفِ

“Hukuman bagi tukang sihir adalah dibunuh dengan pedang.” (HR At-Tirmidzi)


Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab Al-Kabair Ini: Dosa Besar Ketiga (Sihir, Bagian ke-2)

Imam Adz-Dzahabi rahimahullah telah menjelaskan beberapa hadits yang menunjukan akan bahayanya sihir, salah satu dalil tersebut adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

اجتنبوا السبع الموبقات

“Jauhilah tujuh perkara yang membinasakan.”

Di dalam lanjuta hadits tersebut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan bahwa sihir merupakan salah satu dari tujuh hal yang membinasakan.

Diriwayatkan dari Nabi bahwa beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

حَدُّ السّاحِرِ ضَرْبَةٌ بِالسَّيْفِ

“Hukuman bagi tukang sihir adalah dibunuh dengan pedang.” (HR At-Tirmidzi)


Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab Al-Kabair Ini: Dosa Besar Keempat (Meninggalkan Shalat)

Allah Ta’ala berfirman:

فَخَلَفَ مِن بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيّاً (٥٩) إِلَّا مَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحاً فَأُوْلَئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُونَ شَيْئاً (٦٠)

“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan. Kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh, maka mereka itu akan masuk syurga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun.” (QS Maryam [19]: 59-60)

Pada ayat yang lain Allah Ta’ala berfirman:

فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ، الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ

“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (QS Al-Ma’un [107]: 4-5)


Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab Al-Kabair Ini: Dosa Besar Kelima (Tidak Membayar Zakat)

Allah Ta’ala berfirman:

وَلاَ يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللّهُ مِن فَضْلِهِ هُوَ خَيْراً لَّهُمْ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَّهُمْ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُواْ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلِلّهِ مِيرَاثُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاللّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Ali Imran [3]: 180)

Dan firmanNya:

وَوَيْلٌ لِّلْمُشْرِكِينَ، الَّذِينَ لَا يُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُم بِالْآخِرَةِ هُمْ كَافِرُونَ

“Dan kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukanNya, (yaitu) orang-orang yang tidak menunaikan zakat dan mereka kafir akan adanya (kehidupan) akhirat.” (QS Fushilat [41]: 6-7)

Allah menyebut mereka yang tidak mau membayar zakat sebagai orang-orang musyrik, Allah berfirman lagi:

وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلاَ يُنفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللّهِ فَبَشِّرْهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٍ، يَوْمَ يُحْمَى عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَى بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ هَـذَا مَا كَنَزْتُمْ لأَنفُسِكُمْ فَذُوقُواْ مَا كُنتُمْ تَكْنِزُونَ

“Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.”” (QS At-Taubah [9]: 34-35)


Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab Al-Kabair Ini: Dosa Besar Keenam (Durhaka kepada Kedua Orang Tua, Bagian ke-1)

Allah Ta’ala berfirman:

وَقَضَى رَبُّكَ أَلاَّ تَعْبُدُواْ إِلاَّ إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَاناً

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.” (QS Al-Isra [17]: 23)

Maksudnya dalah memberikan bakti dan kasih sayang kepada keduanya.
Allah Ta’ala juga berfirman:

إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلاَهُمَا فَلاَ تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلاَ تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلاً كَرِيماً

“Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS Al-Isra [17]: 23)

Artinya, janganlah berkata-kata kasar kepada keduanya jika mereka telah tua dan berumur. Selain itu wajib bagimu untuk memberikan pengabdian kepada mereka sebagaimana mereka berdua memberikan pengabdian kepadamu.


Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab Al-Kabair Ini: Dosa Besar Keenam (Durhaka kepada Kedua Orang Tua, Bagian ke-2)


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ عَاقٌّ وَلَا مَنَّانٌ وَلَا مُدْمِنُ خَمْرٍ

“Tidak akan masuk surga orang yang durhaka, orang yg mengungkit pemberiannya & pecandu khamer.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, yang artinya:
“Semua dosa ditunda (siksanya) oleh Allah semauNya hingga hari kiamat, kecuali durhaka kepada orang tua. Sesungguhnya dosa durhaka disegerakan (siksanya) bagi pelakunya.” (Diriwayatkan oleh Hakim dari hadits Abu Bakar dengan sanad yang baik)


Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab Al-Kabair Ini: Dosa Besar Ketujuh hingga Kesembilan (Memakan Riba, Memakan Harta Anak Yatim dan Menzaliminya, serta Dusta atas Nama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam)

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَأْكُلُواْ الرِّبَا أَضْعَافاً مُّضَاعَفَةً وَاتَّقُواْ اللّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.” (QS Ali Imran [3]: 130)

Allah Ta’ala berfirman:

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لاَ يَقُومُونَ إِلاَّ كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ

“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila.” (QS Al-Baqarah [2]: 275)

Artinya, mereka bangun dari kubur mereka pada hari kiamat nanti sebagaimana orang yang kerasukan setan dan telah membuatnya kesurupan.


Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab Al-Kabair Ini: Dosa Besar Kesepuluh hingga Kedua Belas
Dosa Besar Kesepuluh:Berbuka Puasa di Bulan Ramadhan tanpa Udzur


Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ، أَيَّاماً مَّعْدُودَاتٍ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضاً أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَن تَطَوَّعَ خَيْراً فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُ وَأَن تَصُومُواْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (Yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan , maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS Al-Baqarah [2]: 183-184)

Dosa Besar Kesebelas:Lari dari Medan Perang

Jika kekuatan musuh tidak semakin menambah kelemahan kaum muslimin, atau jika hal itu dilakukan untuk bergabung dengan pasukan muslimin lain atau sebagai taktik dan siasat dalam perang sebagaimana firman Allah Ta’ala:

وَمَن يُوَلِّهِمْ يَوْمَئِذٍ دُبُرَهُ إِلاَّ مُتَحَرِّفاً لِّقِتَالٍ أَوْ مُتَحَيِّزاً إِلَى فِئَةٍ فَقَدْ بَاء بِغَضَبٍ مِّنَ اللّهِ وَمَأْوَاهُ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

“Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (sisat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. Dan amat buruklah tempat kembalinya.” (QS Al-Anfal [8]: 16)

Dosa Besar Kedua Belas:Zina

Ada keterpautan kadar dosa zina, di antaranya ada yang lebih besar dari yang lainnya. Allah Ta’ala berfirman:

وَلاَ تَقْرَبُواْ الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاء سَبِيلاً

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS Al-Isra [17]: 32)


Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab Al-Kabair Ini: Dosa Besar Kedua Belas (Zina)

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata:
“Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, dosa apakah yang paling besar di sisi Allah Ta’ala?” Beliau menjawab, “Jika kamu menjadikan sekutu bagi Allah padahal Dialah yang menciptakanmu”. Aku bertanya lagi, “Sungguh itu dosa besar, lalu apa lagi?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Jika kamu membunuh anakmu karena takut ia makan bersamamu.” Aku bertanya, “Lalu apa lagi?” Beliau menjawab, “Jika kamu berzina dengan istri tetanggamu”.” Lalu Allah menurunkan ayat yang membuktikan kebenaran sabda beliau:

وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهاً آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَاماً، يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَاناً

“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya). (Yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina.” (QS Al-Furqan [25]: 68-69)

Dosa Ketiga Belas (Pemimpin yang Melakukan Penipuan dan Kezaliman kepada Rakyatnya, Bagian ke-1)

Dosa besar ketiga belas yang dijelaskan oleh pemateri adalah penipuan dan kezaliman yang dilakukan oleh pemimpin kepada rakyatnya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِنَّمَا السَّبِيلُ عَلَى الَّذِينَ يَظْلِمُونَ النَّاسَ وَيَبْغُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ أُوْلَئِكَ لَهُم عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih.” (QS Asy-Syura [42]: 42)

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:

وَلاَ تَحْسَبَنَّ اللّهَ غَافِلاً عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الأَبْصَارُ، مُهْطِعِينَ مُقْنِعِي رُءُوسِهِمْ لاَ يَرْتَدُّ إِلَيْهِمْ طَرْفُهُمْ وَأَفْئِدَتُهُمْ هَوَاء

“Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak. Mereka datang bergegas-gegas memenuhi panggilan dengan mangangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong.” (QS Ibrahim [14]: 42-43)

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:

كَانُواْ لاَ يَتَنَاهَوْنَ عَن مُّنكَرٍ فَعَلُوهُ لَبِئْسَ مَا كَانُواْ يَفْعَلُونَ

“Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.” (QS Al-Maidah [5]: 79)

Dosa Ketiga Belas (Pemimpin yang Melakukan Penipuan dan Kezaliman kepada Rakyatnya, Bagian ke-2)

Beberapa dalil yang akan dijelaskan pada pertemuan kali ini di antaranya adalah:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya:
“Orang yang paling keras siksanya di hari kiamat adalah pemimpin yang zalim.” (HR Ath-Thabrani)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda yang artinya:
“Wahai manusia, perintahkanlah kepada yang ma’ruf dan cegahlah dari yang munkar sebelum kalian berdoa kepada Allah dan kalian tidak dikabulkan, dan sebelum kalian meminta ampunan maka kalian tidak diampuni. Sesungguhnya pendeta Yahudi dan pendeta Nashrani ketika mereka meninggalkan amar ma’ruf nahi munka, Allah melaknat mereka melauli lisan para nabi mereka. Kemudian Allah meratakan adzab mereka.” (Diriwayatkan Ashbahani dari hadits Ibnu Umar, sedang Mundziri menganggapnya sebagai hadits lemah)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa membuat hal baru pada urusan agama kami dan bukan dari agama maka ia tertolak.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Dosa Ketiga Belas dan Keempat Belas

Dosa Besar Ketiga Belas:Pemimpin yang Melakukan Penipuan dan Kezaliman kepada Rakyatnya (Bagian ke-3)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya:
“Ada tiga orang yang tidak diajak bicara oleh ALlah pada hari kiamat. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan yang di antaranya adalah pemimpin yang pembohong. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kalian akan sangat bermabisi terhadap kekuasaan dan ia akan menyebabkan penyesalan di hari kiamat”.” (HR Muslim dari hadits Abu hurairah radhiyallahu ‘anhu)

Dosa Besar Keempat Belas:Minum Khamar

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالأَنصَابُ وَالأَزْلاَمُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ، إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَن يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاء فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَن ذِكْرِ اللّهِ وَعَنِ الصَّلاَةِ فَهَلْ أَنتُم مُّنتَهُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).” (QS Al-Maidah [5]: 90-91)

Pada ayat-ayat di atas Allah Subhanahu wa Ta’ala melarang minum minuman keras atau khamr dan mewanti-wanti hal tersebut. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya:
“Jauhilah oleh kalian khamr, karena ia merupakan biang segala kejahatan.” (HR Muslim dan At-Tirmidzi dari hadits Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu)

Maka barangsiapa yang tidak menjauhinya, berarti ia telah bermaksiat kepada Allah Ta’ala dan RasulNya dan berhak menerima adzab karena kemaksiatan tersebut.

Dosa Besar Kelima Belas (Sombong)

Termasuk dalam kategori kesombongan adalah berbangga diri, pamer, ujub, angkuh, dan merasa tinggi.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَقَالَ مُوسَى إِنِّي عُذْتُ بِرَبِّي وَرَبِّكُم مِّن كُلِّ مُتَكَبِّرٍ لَّا يُؤْمِنُ بِيَوْمِ الْحِسَابِ

“Dan Musa berkata: “Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu dari setiap orang yang menyombongkan diri yang tidak beriman kepada hari berhisab”.” (QS Al-Mukmin [40]: 27)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman lagi:

إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْتَكْبِرِينَ

“Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.” (QS An-Nahl [16]: 23)

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:

الَّذِينَ يُجَادِلُونَ فِي آيَاتِ اللَّهِ بِغَيْرِ سُلْطَانٍ أَتَاهُمْ كَبُرَ مَقْتاً عِندَ اللَّهِ وَعِندَ الَّذِينَ آمَنُوا كَذَلِكَ يَطْبَعُ اللَّهُ عَلَى كُلِّ قَلْبِ مُتَكَبِّرٍ جَبَّارٍ

“(Yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka . Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang.” (QS Al-Mukmin [40]: 35)

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu disebutkan,

“Tiga orang pertama yang memasuki neraka adalah: pemimpin yang diktator (lalim), orang kaya yang tidak menunaikan zakat, dan orang fakir yang sombong.”

Seburuk-buruknya kesombongan adalah orang yang menyombongkan dirinya terhadap sesama hamba karena ilmunya dan merasa besar karena kelebihan yang dimilikinya. Orang seperti ini tidak berguna ilmu yang dimilikinya. Karena jika ia mencari ilmu demi akhirat, ilmunya akan menundukannya, hatinya menjadi tenang, dan jiwanya menjadi tenteram.

Ia merasakan adanya pengawasan terhadap dirinya, ia tidak pernah letih terhadapnya bahkan selalu instropeksi diri dan memantaunya setiap waktu. Jika sedang lengah terhadapnya, ia terlempar dari jalan yang lurus dan jalan itu menghancurkannya.

Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab Al-Kabair Ini: Dosa Keenam Belas dan Ketujuh Belas

Dosa Besar Keenam Belas:Persaksian Palsu

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ

“Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu.” (QS Al-Furqan [25]: 72)

Dalam sebuah atsar dijelaskan bahwa dosa persaksian palsu dua kali lipat dari kesyirikian kepada Allah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَاجْتَنِبُوا قَوْلَ الزُّورِ

“Dan jauhilah perkataan-perkataan dusta.” (QS Al-Hajj [22]: 30)

Dosa Besar Ketujuh Belas:Homoseksual

Allah Ta’ala menceritakan dalam kitabNya yang mulia kisah Nabi Luth melalui banyak ayat, di antaranya firman Allah Ta’ala:

فَلَمَّا جَاء أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِّن سِجِّيلٍ مَّنضُودٍ

“Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi.” (QS Hud [11]: 82)

Para ulama telah sepakat bahwa homoseksual termasuk dosa besar yang diharamkan oleh Allah Ta’ala sebagaimana firmanNya:

أَتَأْتُونَ الذُّكْرَانَ مِنَ الْعَالَمِينَ، وَتَذَرُونَ مَا خَلَقَ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِنْ أَزْوَاجِكُم بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ عَادُونَ

“Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia. Dan kamu tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas”. (QS Asy-Syu’ara [26]: 165-166)


Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab Al-Kabair Ini: Dosa Kedelapan Belas dan Kesembilan Belas

Dosa Besar Kedelapan Belas:Menuduh Zina kepada Wanita Baik-Baik

Menuduh wanita mukminah (wanita baik-baik) dengan tuduhan zina merpukana dosa besar. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ يَرْمُونَ الْمُحْصَنَاتِ الْغَافِلَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ لُعِنُوا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ، يَوْمَ تَشْهَدُ عَلَيْهِمْ أَلْسِنَتُهُمْ وَأَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُم بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena la’nat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar. Pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS An-Nur [24]: 23-24)

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:

وَالَّذِينَ يَرْمُونَ الْمُحْصَنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَأْتُوا بِأَرْبَعَةِ شُهَدَاء فَاجْلِدُوهُمْ ثَمَانِينَ جَلْدَةً وَلَا تَقْبَلُوا لَهُمْ شَهَادَةً أَبَداً وَأُوْلَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

“Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS An-Nur [24]: 4)

Dosa Besar Kesembilan Belas:Ghulul / Mengambil Harta yang Bukan Haknya dari Ghanimah, Baitul Mal, atau Zakat

Ghulul adalah mengambil harta yang bukan haknya baik itu dari ghanimah (harta rampasan perang), baitul mal (hartanya kaum muslimin), atau dari zakat. Dan ini merupakan dosa besar. Allah Ta’ala berfirman:

وَإِمَّا تَخَافَنَّ مِن قَوْمٍ خِيَانَةً فَانبِذْ إِلَيْهِمْ عَلَى سَوَاء إِنَّ اللّهَ لاَ يُحِبُّ الخَائِنِينَ

“Dan jika kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat.” (QS Al-Anfal [8]: 58)

Allah Ta’ala juga berfirman:

وَمَا كَانَ لِنَبِيٍّ أَن يَغُلَّ وَمَن يَغْلُلْ يَأْتِ بِمَا غَلَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثُمَّ تُوَفَّى كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لاَ يُظْلَمُونَ

“Tidak mungkin seorang nabi berkhianat dalam urusan harta rampasan perang. Barangsiapa yang berkhianat dalam urusan rampasan perang itu, maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu, kemudian tiap-tiap diri akan diberi pembalasan tentang apa yang ia kerjakan dengan (pembalasan) setimpal, sedang mereka tidak dianiaya.” (QS ALi Imran [3]: 161)

Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab Al-Kabair Ini: Dosa Kedua Puluh (Kezaliman dengan Mengambil Harta Manusia dengan Cara yang Batil)

Allah Ta’ala berfirman:

وَلاَ تَأْكُلُواْ أَمْوَالَكُم بَيْنَكُم بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُواْ بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ

“Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim.” (QS Al-Baqarah [2]: 188)

Allah Ta’ala juga berfirman:

إِنَّمَا السَّبِيلُ عَلَى الَّذِينَ يَظْلِمُونَ النَّاسَ وَيَبْغُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ أُوْلَئِكَ لَهُم عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih.” (QS Asy-Syura [42]: 42)

Allah Ta’ala juga berfirman:

وَالظَّالِمُونَ مَا لَهُم مِّن وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

“Dan orang-orang yang zalim tidak ada bagi mereka seorang pelindungpun dan tidak pula seorang penolong.” (QS Asy-Syura [42]: 8)

Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab Al-Kabair Ini: Dosa Besar Kedua Puluh Satu hingga Kedua Puluh Tiga

Dosa Besar Kedua Puluh Satu:Mencuri

Allah Ta’ala berfirman:

وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُواْ أَيْدِيَهُمَا جَزَاء بِمَا كَسَبَا نَكَالاً مِّنَ اللّهِ وَاللّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

“Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS Al-Maidah [5]: 38)

Dosa Besar Kedua Puluh Dua:Merampok

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّمَا جَزَاء الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللّهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الأَرْضِ فَسَاداً أَن يُقَتَّلُواْ أَوْ يُصَلَّبُواْ أَوْ تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُم مِّنْ خِلافٍ أَوْ يُنفَوْاْ مِنَ الأَرْضِ ذَلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِي الدُّنْيَا وَلَهُمْ فِي الآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

“Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik , atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.” (QS Al-Maidah [5]: 33)

Dosa Besar Kedua Puluh Tiga:Sumpah Palsu


Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ يَشْتَرُونَ بِعَهْدِ اللّهِ وَأَيْمَانِهِمْ ثَمَناً قَلِيلاً أُوْلَـئِكَ لاَ خَلاَقَ لَهُمْ فِي الآخِرَةِ وَلاَ يُكَلِّمُهُمُ اللّهُ وَلاَ يَنظُرُ إِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلاَ يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bahagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan mensucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih.” (QS Ali Imran [3]: 77)

Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab Al-Kabair Ini: Dosa Kedua Puluh Empat dan Kedua Puluh Lima

Dosa Kedua Puluh Empat: Kebiasaan Berdusta


Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

ثُمَّ نَبْتَهِلْ فَنَجْعَل لَّعْنَةَ اللّهِ عَلَى الْكَاذِبِينَ

“Kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya la’nat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.” (QS Ali Imran [3]: 61)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman lagi:

قُتِلَ الْخَرَّاصُونَ

“Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta.” (QS Adz-Dzariyat [51]: 10)

Dosa Kedua Puluh Lima: Bunuh Diri

Bunuh diri merupakan hal yang diharamkan di dalam Islam, dan ia termasuk dosa besar. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَلاَ تَقْتُلُواْ أَنفُسَكُمْ إِنَّ اللّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيماً، وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ عُدْوَاناً وَظُلْماً فَسَوْفَ نُصْلِيهِ نَاراً وَكَانَ ذَلِكَ عَلَى اللّهِ يَسِيراً

“Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS An-Nisa [4]: 29-30)

Dosa Kedua Puluh Enam (Hakim yang Jahat)

Yang dimaksud hakim yang jahat atau buruk adalah hakim yang tidak berhukum dengan keadilan dan tidak berhukum dengan syaiat Allah, tapi ia malah berbuat zalim dan jahat kepada manusia dan hukum-hukumnya tidak adil.

Imam Adz-Dzahabi rahimahullah membawakan beberapa dalil yang menunjukan bahwa hakim yang jahat merupakan dosa besar. Di antara dalil-dalil tersebut adalah:

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَا أَنزَلَ اللّهُ فَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ

“Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.” (QS Al-Maidah [5]: 44)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman lagi:

وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَا أنزَلَ اللّهُ فَأُوْلَـئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

“Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.” (QS Al-Maidah [5]: 45)

Dosa Kedua Puluh Tujuh hingga Ketiga Puluh

Dosa Kedua Puluh Tujuh: Suami Tidak Cemburu kepada Istrinya


Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

الزَّانِي لَا يَنكِحُ إلَّا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً وَالزَّانِيَةُ لَا يَنكِحُهَا إِلَّا زَانٍ أَوْ مُشْرِكٌ وَحُرِّمَ ذَلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ

“Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik. dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas oran-orang yang mu’min.” (QS An-Nur [24]: 3)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ثلاثة لا يدخلون الجنة: العاق لوالديه، والديّوث ورجلة النساء

“Tiga golongan manusia yang tidak akan masuk surga: Orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, dayyus (suami yang tidak memiliki kecemburuan terhadap istrinya yang melakukan perbuatan tidak senonoh), dan wanita yang menyerupai laki-laki.” (HR Al-Hakim)

Dosa Kedua Puluh Delapan: Wanita Menyerupai Laki-Laki dan Sebaliknya

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَالَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ

“Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji.” (QS Asy-Syura [42]: 37)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لعن الله الرجلة من النساء

“Allah melaknat perempuan yang bertingkah seperti laki-laki.” (HR Abu Dawud)

Dosa Kedua Puluh Sembilan: Mempermainkan Pernikahan

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan:

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم لعن المحلِّل والمحلَّل له

“Sesungguhnya Rasulullah em>shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat Al-Muhallil dan Muhallal lahu.” (HR An-Nasai)

Al-Muhallil adalah orang yang menikahi wanita yang telah diceraikan oleh suami yang pertama dengan talak tiga dengan tujuan agar suami yang pertama halal untuk menikahinya kembali.

Dosa Kedua Tiga Puluh: Memakan Bangkai, Darah, dan Daging Babi

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

قُل لاَّ أَجِدُ فِي مَا أُوْحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّماً عَلَى طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إِلاَّ أَن يَكُونَ مَيْتَةً أَوْ دَماً مَّسْفُوحاً أَوْ لَحْمَ خِنزِيرٍ فَإِنَّهُ رِجْسٌ

“Katakanlah: “Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi karena sesungguhnya semua itu kotor.” (QS Al-Anam [6]: 145)

Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab Al-Kabair Ini: Dosa Ketiga Puluh Satu hingga Ketiga Puluh Tiga

Dosa Ketiga Puluh Satu: Tidak Bersuci setelah Kencing merupakan Ciri Khas Orang Nashrani


Allah Ta’ala berfirman:

وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ

“Dan pakaianmu bersihkanlah”. (QS Al-Muddatstsir [74]: 4)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya:
“Sesungguhnya kedua (ahli kubur) ini sedang diadzab. Keduanya diadzab bukan dikarenakan dosa besar. Salah seorang (dari keduanya) (diadzab) dikarenakan tidak pernah bersuci setelah kencing. Sedangkan yang seorang lagi (diadzab) dikarenakan suka mengadu domba.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Dosa Ketiga Puluh Dua: Pungutan Liar (Pemalakan)

Melakukan pemalakan termasuk ke dalam firman Allah Ta’ala:

إِنَّمَا السَّبِيلُ عَلَى الَّذِينَ يَظْلِمُونَ النَّاسَ وَيَبْغُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ أُوْلَئِكَ لَهُم عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih.” (QS Asy-Syura [42]: 42)

Pelaku pemalakan memiliki kesamaan dengan seorang pembegal di jalanan. Bahkan pemalakan lebih jahat daripada pencurian.

Dosa Ketiga Puluh Tiga: Riya’

Allah Ta’ala berfirman tentang orang-orang munafik:

يُرَآؤُونَ النَّاسَ وَلاَ يَذْكُرُونَ اللّهَ إِلاَّ قَلِيلاً

“Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (QS An-Nisa [4]: 142)

Allah Ta’ala juga berfirman:

كَالَّذِي يُنفِقُ مَالَهُ رِئَاء النَّاسِ

“seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia.” (QS Al-Baqarah [2]: 264)

Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab Al-Kabair Ini: Dosa Ketiga Puluh Empat dan Ketiga Puluh Lima
Dosa Ketiga Puluh Empat: Khianat

Allah Ta’ala berfirman:

لاَ تَخُونُواْ اللّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُواْ أَمَانَاتِكُمْ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” (QS Al-Anfal [8]: 27)

Allah Ta’ala berfirman:

وَأَنَّ اللّهَ لاَ يَهْدِي كَيْدَ الْخَائِنِينَ

“Dan bahwasanya Allah tidak meridhai tipu daya orang-orang yang berkhianat.” (QS Yusuf [12]: 52)

Dosa Ketiga Puluh Lima: Khianat dan Belajar Ilmu Agama dengan Tujuan Dunia dan Menyembunyikan Ilmu
Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاء

“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama.” (QS Fathir [35]: 28)

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَى مِن بَعْدِ مَا بَيَّنَّاهُ لِلنَّاسِ فِي الْكِتَابِ أُولَـئِكَ يَلعَنُهُمُ اللّهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللَّاعِنُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dila’nati Allah dan dila’nati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat melaknati.” (QS Al-Baqarah [2]: 159)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya:
“Barangsiapa yang menuntut ilmu yang sebenarnya mengharapkan wajah Allah tetapi ternyata ia mempelajarinya untuk mendapatkan kenikmatan dunia, maka ia tidak akan bisa mencium harumnya surga di hari kiamat kelak.” (HR Abu Dawud dengan sanad yang shahih)

Dosa Besar Ketiga Puluh Lima dan Ketiga Puluh Enam

Dosa Besar Ketiga Puluh Lima: Belajar Ilmu Agama dengan Tujuan Dunia serta Menyembunyikan Ilmu


Dari Yahya bin Ayyub dari Ibnu Juraij dari Abu Az-Zubair dari Jabir secara marfu’, ia berkata (yang artinya):
“Janganlah kalian menuntut ilmu untuk membanggakan diri di hadapan para ulama atau untuk mendebat orang-orang yang bodoh. Janganlah karenanya kalian membuat kelompok-kelompok di dalam sebuah majelis. Barangsiapa yang melakukan hal tersebut, maka nerakalah, nerakalah.” (HR ibnu Wahb dari Ibnu Juraij meriwayatkannya secara mursal)

Dosa Besar Ketiga Puluh Enam: Mengungkit-ungkit Kebaikan

Allah Ta’ala berfirman:

لاَ تُبْطِلُواْ صَدَقَاتِكُم بِالْمَنِّ وَالأذَى

“Janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima).” (QS Al-Baqarah [2]: 264)

Di dalam hadits shahih disebutkan bahwa, “Ada tiga golongan manusia yang tidak akan diajak bicara oleh Allah di hari kiamat kelak, tidak akan diperhatikan, dan tidak akan disucikan dosa-dosa mereka, dan mereka akan menerima adzab yang pedih. Yaitu orang yang memanjangkan pakaiannya melebihi mata kakim orang yang selalu mengungkit-ungkit kebaikannya dan orang yang melariskan barang dagangannya dengan sumpah palsu.”

Dosa Besar Ketiga Puluh Tujuh (Mendustakan Takdir)

Imam Adz-Dzahabi rahimahullah membawakan banyak sekali dalil-dalil yang menjelaskan tentang takdir, di antaranya adalah:

Allah Ta’ala berfirman:


إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ


“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.” (QS Al-Qamar [54]: 49)

Allah Ta’ala berfirman:


وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ


“Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu.” (QS Ash-Shaffat [37]: 96)

Allah Ta’ala berfirman:


مَن يُضْلِلِ اللّهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ


“Barangsiapa yang Allah sesatkan, maka baginya tak ada orang yang akan memberi petunjuk.” (QS Al-A’raf [7]: 186)

Dosa Besar Ketiga Puluh Delapan dan Ketiga Puluh Sembilan

Dosa Besar Ketiga Puluh Delapan: Menguping Pembicaraan Rahasia


Dosa besar ketiga puluh delapan ini adalah menguping atau mencuri pembicaraan rahasia orang lain. Dosa ini disebut juga dengan tajassus, yaitu memata-matai dengan pendengaran. Namun, Imam Adz-Dzahabi mengatakan, “Mudah-mudahan dosa ini tidak digolongkan kepada dosa besar.”

Allah Ta’ala berfirman:


وَلَا تَجَسَّسُوا


“Dan janganlah mencari-cari keburukan orang.” (QS Al-Hujurat [49]: 12)

Dosa Besar Ketiga Puluh Sembilan: Tukang Laknat


Dalil-dalil yang menunjukan akan larangan melaknat dan tercelanya tukang laknat sangatlah banyak, di antaranya adalah:

Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:


لَعْنُ الْمُؤْمِنِ كَقَتْلِهِ


“Melaknat orang yang beriman sama seperti membunuhnya.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


سِبَابُ الْمُسْلِمِ فُسُوْقٌ وَقِتَالُهُ كُفْرٌ


“Mencela seorang muslim merupakan kefasikan sedangkan membunuhnya adalah kekufuran.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Dosa Besar Keempat Puluh (Mengkhianati Janji, Bagian ke-1)

Dosa besar berikutnya adalah dosa orang yang mengkhianati janji atau perjanjian dengan peguasanya atau dengan orang lain. Di antara dalil-dalil yang menunjukan akan wajibnya menepati janji adalah:
Allah Ta’ala berfirman:


وَأَوْفُواْ بِالْعَهْدِ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْؤُولاً


“Dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya.” (QS Al-Isra [17]: 34)

Allah Ta’ala berfirman:


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَوْفُواْ بِالْعُقُودِ


“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu.” (QS Al-Maidah [5]: 1)

Allah Ta’ala berfirman:


وَأَوْفُواْ بِعَهْدِ اللّهِ إِذَا عَاهَدتُّمْ


“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji.” (QS An-Nahl [16]: 91)

Dosa Besar Keempat Puluh (Mengkhianati Janji, Bagian ke-2)

Telah dijelankan sebelumnya beberapa ayat dan hadit yang menjelaskan tentang wajibnya menepati janji dan larangan mengkhianati janji kepada pemimpin. Masih ada beberapa hadits yang berkaitan dengan masalah ini, di antaranya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


مَنْ أَطَاعَنِي فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ، وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ عَصَى اللَّهَ، وَمَنْ أَطَاعَ أَمِيرِي فَقَدْ أَطَاعَنِي، وَمَنْ عَصَى أَمِيرِي فَقَدْ عَصَانِي


“Barangsiapa yang menaatiku, maka sesungguhnya ia telah menaati Allah. Barangsiapa yang durhaka kepadaku, maka sesungguhnya ia telah durhaka kepada Allah. Barangsiapa yang menaati pemimpin, maka sesungguhnya ia telah menaatiku dan barangsiapa yang durhaka kepada pemimpin, maka sesunguhnya ia telah durhaka kepadaku.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Dosa Besar Keempat Puluh Satu (Membenarkan Dukun dan Ahli Nujum)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:


وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ


“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.” (QS Al-Isra [17]: 36)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:


إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ


“Karena sebagian dari purba-sangka itu dosa.” (QS Al-Hujurat [49]: 12)

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:


عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَداً، إِلَّا مَنِ ارْتَضَى مِن رَّسُولٍ


“(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridhaiNya.” (QS Al-Jin [72]: 26-27)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


مَنْ أَتَى كَاهِنًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ


“Barangsiapa mendatangi dukun lalu ia mempercayai apa yang dikatakannya (tentang perkara ghaib-pent), berarti dia telah kafir terhadap apa yang telah diturunkan kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Al-Bazzar, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 3387)

Dosa Besar Keempat Puluh Dua (Istri yang Durhaka)

Allah Ta’ala berfirman:


وَاللاَّتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلاَ تَبْغُواْ عَلَيْهِنَّ سَبِيلاً إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلِيّاً كَبِيراً


“Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS An-Nisa [4]: 34)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya:

“Apabila seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur tetapi sang istri menolaknya sehingga suami marah kepadanya sepanjang malam, maka para malaikat akan melaknatnya sampai subuh.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Dosa Besar Keempat Puluh Tiga dan Keempat Puluh Empat

Dosa Besar Keempat Puluh Tiga: Memutuskan Silaturahmi

Allah Ta’ala berfirman:


وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ


“Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) namaNya kamu saling meminta satu sama lain , dan (peliharalah) hubungan silaturahmi.” (QS An-Nisa [4]: 1)

Allah Ta’ala berfirman:


فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِن تَوَلَّيْتُمْ أَن تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ، أُوْلَئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فَأَصَمَّهُمْ وَأَعْمَى أَبْصَارَهُمْ


“Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikanNya telinga mereka dan dibutakanNya penglihatan mereka.” (QS Muhammad [47]: 22-23)

Dosa Besar Keempat Puluh Empat: Menggambar Makhluk Bernyawa

Di antara dalil yang menjelaskan tentang haramnya menggambar makhluk bernyawa adalah:

Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:


من صور صورة كُلِّف أن ينفخ فيها الروح (يوم القيامة) وليس بنافخ


“Barangsiapa yang membuat suatu gambar (makhluk bernyawa), maka ia akana disuruh untuk meniupkan ruh kepadanya (di hari kiamat) padahal ia tidak akan mampu melakukannya.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:


أشد الناس عذابا يوم القيامة المصورون، يقال لهم أحيوا ما خلقتم


“Manusia yang paling pedih siksaannya di hari kiamat adalah oara penggambar (makhluk bernyawa). Akan dikatakan kepada mereka, “Hidupkanlah apa yang telah kalian ciptakan”.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Dosa Besar Keempat Puluh Lima hingga Keempat Puluh Tujuh

Dosa Besar Keempat Puluh Lima: Mengadu Domba


Mengadu domba merupakan salah satu dosa besar. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:


وَلَا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍ مَّهِينٍ، هَمَّازٍ مَّشَّاء بِنَمِيمٍ


“Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina. Yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah.” (QS Al-Qalam [68]: 10-11)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ نَمَّامٌ


“Tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Dosa Besar Keempat Puluh Enam: Meratapi Mayit

Niyahah atau meratap dan menampar muka dalam rangka meratapi mayit merupakan dosa besar yang dilarang di dalam Islam. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:


اثنان هما بالناس كفر: الطعن في الالنسب، والنياحة على الميت


“Dua perkara yang menyebabkan manusia menjadi kufur: Mencela nasab (garis keturunan) dan meratapi mayit.” (HR Muslim)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:


إن الميت يعذب في قبره بما نيح عليه


“Sesungguhnya seorang mayit akan diadzab di dalam kuburnya karena ratapan yang ditujukkan kepadanya.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)
Dosa Besar Keempat Puluh Tujuh: Mencela Nasab

Sangat benar jika perbuatan ini (mencela nasab/garis keturunan) merupakan kekufiran. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


اثنان هما بالناس كفر: الطعن في الالنسب، والنياحة على الميت


“Dua perkara yang menyebabkan manusia menjadi kufur: Mencela nasab (garis keturunan) dan meratapi mayit.” (HR Muslim)

Dosa Besar Keempat Puluh Delapan dan Keempat Puluh Sembilan

Dosa Besar Keempat Puluh Delapan: Berbuat Zalim dan Melampaui Batas


Allah Ta’ala berfirman:


إِنَّمَا السَّبِيلُ عَلَى الَّذِينَ يَظْلِمُونَ النَّاسَ وَيَبْغُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ أُوْلَئِكَ لَهُم عَذَابٌ أَلِيمٌ


“Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih.” (QS Asy-Syura [42]: 42)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


إن الله أوحى إلي أن تواضعوا حتى لا يبغي أحد على أحد و لا يفخر أحد على أحد


“Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepadaku agar kalian bersikap rendah hati, sehingga tidak ada seseorang yang berbuat aniaya terhadap orang lain dan tidak ada seorang yang menyombongkan diri terhadap yang lain.” (HR Muslim)

Dosa Besar Keempat Puluh Sembilan: Memberontak dan Mengkafirkan Orang Lain Dikarenakan Melakukan Dosa Besar

Allah Ta’ala berfirman:


وَلاَ تَعْتَدُواْ إِنَّ اللّهَ لاَ يُحِبِّ الْمُعْتَدِينَ


“Janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS Al-Baqarah [2]: 190)

Allah Ta’ala juga berfirman:


وَمَن يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالاً مُّبِيناً


“Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” (QS Al-Ahzab [33]: 36)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


مَنْ قَالَ لِأَخِيهِ: يَا كَافِرُ، فَقَدْ بَاءَ بِهَا أَحَدُهُمَا


“Barangsiapa yang mengatakan kepada saudaranya sesama muslim, “Hai kafir”, maka sebutannya itu akan kembali kepada salah satu dari keduanya.” (HR Al-Bukhari no. 6103)

Dosa Besar Dosa Kelima Puluh dan Kelima Puluh Satu

Dosa Besar Dosa Kelima Puluh: Mengganggu dan Mencaci Maki Kaum Muslimin


Allah Ta’ala berfirman:


وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَاناً وَإِثْماً مُّبِيناً


“Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.” (QS Al-Ahzab [33]: 58)

Allah Ta’ala juga berfirman:


وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضاً


“Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain.” (QS Al-Hujarat [49]: 12)

Dosa Besar Dosa Kelima Puluh Satu: Menyakiti dan Memusuhi Para Wali Allah

Allah Ta’ala berfirman:


إِنَّ الَّذِينَ يُؤْذُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَأَعَدَّ لَهُمْ عَذَاباً مُّهِيناً، وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَاناً وَإِثْماً مُّبِيناً


“Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya . Allah akan mela’natinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan. Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mu’min dan mu’minat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.” (QS Al-Ahzab [33]: 57-58)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman”:


مَنْ عَادَى لِي وَلِيَّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ


“Barangsiapa yang memusuhi waliKu, maka Aku umumkan perang dengannya.”

Dosa Besar Dosa Kelima Puluh Dua (Isbal)
Makna isbal adalah memanjangkan atau menjulurkan celana atau kain melebihi mata kaki. Isbal merupakan salah satu dosa besar. Di antara dalil-dali yang melarang isbal adalah:

Firman Allah Ta’ala:


وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحاً


“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh.” (QS Luqman [31]: 18)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


مَا أَسْفَلَ مِنْ الْكَعْبَيْنِ مِنْ الْإِزَارِ فَفِي النَّارِ


“Kain sarung yang melebihi mata kaki, maka tempatnya di neraka.” (HR Al-Bukhari)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:


لا يَنْظُرُ اللَّهُ إِلَى مَنْ جَرَّ إِزَارَهُ بَطَرًا


“Allah tidak akan melihat kepada yang menyeret pakaiannya (celana atau jubah) karena menyombongkan diri.” (HR Al-Bukhari)

Dosa Besar Kelima Puluh Tiga hingga Kelima Puluh Enam

Dosa Besar Kelima Puluh Tiga: Memakai Sutra dan Emas bagi Kaum Lelaki


Allah Ta’ala berfirman:


وَلِبَاسُ التَّقْوَىَ ذَلِكَ خَيْرٌ


“Dan pakaian takwa itulah yang paling baik.” (QS Al-Araf [7]: 26)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


مَنْ لَبِسَ الْحَرِيرَ فِي الدُّنْيَا لَمْ يَلْبَسْهُ فِي الْآخِرَةِ


“Barangsiapa memakai sutra di dunia, maka tidak akan memakainya di akhirat.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Dosa Besar Kelima Puluh Enam: Mengubah Batas Tanah

Pelakunya dilaknat sebagaimana dalam hadits Ali radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian Amr bin Abu Amr meriwayatkan dari Ikrimah dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya:

“Allah melaknat orang yang berkurban untuk selain Allah, Allah melaknat orang yang merubah batas-batas tanah, Allah melaknat orang yang membuat bingung orang buta dari jalannya, Allah melaknat orang yang mencela kedua orang tuanya dan Allah melaknat orang yang melakukan perbuatan kaum Nabi Luth (homoseks).” (HR Abdul Aziz Ad-Darawardi dari Amr)

Dosa Besar Kelima Puluh Tujuh dan Kelima Puluh Delapan

Dosa Besar Kelima Puluh Tujuh: Mencela Para Sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


لا تَسُبُّوا أَصْحَابِي، فَوَالَّذِي نَفْسِ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ أَنْفَقَ أَحَدَكُمْ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا بَلَغَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلا نَصِيفَهُ


“Janganlah kalian mencela para sahabatku, demi Dzat yang jiwa Muahmmad berada di tanganNya, kalau seandainya kalian menginfakkan emas sebesar gunung Uhud, niscaya tidak akan menyamai satu mud atau setengahnya dari pahala salah seorang dari mereka.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Dosa Besar Kelima Puluh Delapan: Mencela Orang-Orang Anshar
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


آيَةُ الْإِيمَانِ حُبُّ الْأَنْصَارِ وَآيَةُ النِّفَاقِ بُغْضُ الْأَنْصَارِ


“Tanda keimanan adalah mencintai orang-orang Anshar dan tanda kemunafikan adalah membenci orang-orang Anshar.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:


لا يُحِبُّهُمْ إِلا مُؤْمِنٌ، وَلا يُبْغِضُهُمْ إِلا مُنَافِقٌ


“Tidak ada yang mencintai mereka (orang-orang Anshar) kecuali orang yang beriman dan tidak ada yang membenci mereka kecuali orang munafik.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Dosa Besar Kelima Puluh Sembilan hingga Keenam Puluh Satu

Dosa Besar Kelima Puluh Sembilan: Mengajak kepada Kesesatan


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


مَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا


“Barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan, maka ia akan mendapatkan dosanya sebanyak dosa-dosa para pengikutnya tanpa mengurangi sedikitpun dari dosa-dosa mereka (para pengikutnya).” (HR Muslim)

Dosa Besar Keenam Puluh: Wanita yang Menyambung Rambut, Merenggangkan Gigi, dan Menato Tubuhnya


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


لَعَنَ اللَّهُ الْوَاصِلَةَ وَالْمُسْتَوْصِلَةَ وَالْوَاشِمَةَ وَالْمُسْتَوْشِمَةَ، وَالنَّامِصَةَ وَالْمُتَنَمِّصَةَ، وَالْمُتَفَلِّجَاتِ لِلْحُسْنِ الْمُغَيِّرَاتِ خَلْقَ اللَّهِ


“Allah melaknat wanita yang menyambung rambutnya dan wanita yang meminta disambungkan rambutnya, wanita yang mentato dan meminta ditato, wanita yang mencabut alis dan wanita yang meminta dicabut alisnya dan wanita yang merenggangkan giginya dan wanita yang minta direnggangkan giginya untuk kecantikan yang semuanya merupakan perbuatan merubah penciptaan Allah.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Dosa Besar Keenam Puluh Satu: Mengacungkan Benda Tajam kepada Saudaranya


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


مَنْ أَشَارَ إِلَى أَخِيهِ بِحَدِيدَةٍ، فَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ تَلْعَنُهُ، حَتَّى يَنْتَهِيَ وَإِنْ كَانَ أَخَاهُ مِنْ أُمِّهِ وَأَبِيهِ


“Barangsiapa yang mengacungkan benda tajam kepada saudaranya, maka sesungguhnya malaikat akan melaknatnya sampai ia menghentikan perbuatannya itu. Meskipun dilakukan terhadap sauda seibu atau saudara sebapak.” (HR Muslim)

Dosa Besar Keenam Puluh Dua dan Keenam Puluh Tiga

Dosa Besar Keenam Puluh Dua: Mengakui Orang Lain sebagai Bapak


Dari Sa’ad radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


مَنْ ادَّعَى إِلَى غَيْرِ أَبِيهِ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّهُ غَيْرُ أَبِيهِ فَالْجَنَّةُ عَلَيْهِ حَرَامٌ


“Barangsiapa mengakui orang lain sebagai bapaknya padahal ia tahu bahwa orang tersebut bukan bapaknya, maka surga diharamkan baginya.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Dosa Besar Keenam Puluh Tiga: Thiyarah (Menganggap Sial)


Thiyarah atau menganggap sial bisa termasuk dosa besar. Dari Salamah bin Kuhail dari Isa bin Ashim dari Zir dari Abdullah bin Mas’ud ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


الطِّيَرَةُ مِنَ الشِّرْكِ، وَمَا مِنَّا إِلَّا وَلَكِنَّ اللَّهَ يُذْهِبُهُ بِالتَّوَكُّلِ


“Thiyarah termasuk syirik. Tidak ada seorang pun di antara kami melainkan pernah terlintas di dalam pikirannya (mengarah kepada thiyarah). Akan tetapi Allah menghilangkan dengan sikap tawakal.” (Hadits ini dishahihkan oleh At-Tirmidzi.) Sulaiman bin Harb berkata, “Tidak ada seorang pun di antara kami…” adalah perkataan Ibnu Mas’ud.

Dosa Besar Keenam Puluh Empat dan Keenam Puluh Lima

Dosa Besar Keenam Puluh Empat: Minum Menggunakan Bejana Emas dan Perak


Di antara dalil yang melarang minum dengan menggunakan bejana emas dan perak adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:


لَا تَلْبَسُوا الْحَرِيرَ وَلَا الدِّيبَاجَ، وَلَا تَشْرَبُوا فِي آنِيَةِ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَلَا تَأْكُلُوا فِي صِحَافِهِمَا فَإِنَّهَا لَهُمْ فِي الدُّنْيَا وَلَكُمْ فِي الْآخِرَةِ


“Janganlah kalian menggunakan pakaian yang terbuat dari sutra dan, dan janganlah kalian minum dari bejana emas dan perak, dan jangan pula makan darinya. Karena sesungguhnya hal itu untuk orang-orang kafir di dunia dan untuk kalian di akhirat.” (Muttafaqun ‘alaihi)


Dosa Besar Keenam Puluh Lima: Perdebatan dan Permusuhan


Allah Ta’ala berfirman:


وَمِنَ النَّاسِ مَن يُعْجِبُكَ قَوْلُهُ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيُشْهِدُ اللّهَ عَلَى مَا فِي قَلْبِهِ وَهُوَ أَلَدُّ الْخِصَامِ، وَإِذَا تَوَلَّى سَعَى فِي الأَرْضِ لِيُفْسِدَ فِيِهَا وَيُهْلِكَ الْحَرْثَ وَالنَّسْلَ وَاللّهُ لاَ يُحِبُّ الفَسَادَ


“Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras. Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan.” (QS Al-Baqarah [2]: 204-205)

Dosa Keenam Puluh Enam hingga Ketujuh Puluh

Dosa Besar Keenam Puluh Enam: Mengebiri serta Menyiksa Budak

Allah Ta’ala berfirman:


وَلأُضِلَّنَّهُمْ وَلأُمَنِّيَنَّهُمْ وَلآمُرَنَّهُمْ فَلَيُبَتِّكُنَّ آذَانَ الأَنْعَامِ وَلآمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللّهِ وَمَن يَتَّخِذِ الشَّيْطَانَ وَلِيّاً مِّن دُونِ اللّهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَاناً مُّبِيناً


“Dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka merubahnya”. Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.” (QS An-Nisa [4]: 119)

Sebagian ahli tafsir mengatakan bahwa yang dimaksud dengan mengubah ciptaan Allah adalah dengan mengebiri.

Dosa Besar Keenam Puluh Tujuh: Mengurangi Timbangan dan Takaran


Allah Ta’ala berfirman:


وَيْلٌ لِّلْمُطَفِّفِينَ، الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُواْ عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ، وَإِذَا كَالُوهُمْ أَو وَّزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ، أَلَا يَظُنُّ أُولَئِكَ أَنَّهُم مَّبْعُوثُونَ، لِيَوْمٍ عَظِيمٍ، يَوْمَ يَقُومُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ


“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. (Yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi. Dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. Tidaklah orang-orang itu menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan. Pada suatu hari yang besar, (yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam?.” (QS Al-Muthaffifin [83]: 1-6)

Dosa Besar Ketujuh Puluh: Kufur Nikmat


Allah Ta’ala berfirman:


أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ


“Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu.” (QS Luqman [31]: 14)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


لَا يَشْكُرُ اللَّهَ مَنْ لَا يَشْكُرُ النَّاسَ


“Tidak akan bersyukur kepada Allah orang yang tidak bersyukur kepada manusia.” (HR Abu Dawud no. 4811)

Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab Al-Kabair Ini: Dosa Ketujuh Puluh Satu hingga Ketujuh Puluh Tiga


Dosa Ketujuh Puluh Satu: Menahan Kelebihan Air


Allah Ta’ala berfirman:


قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَصْبَحَ مَاؤُكُمْ غَوْراً فَمَن يَأْتِيكُم بِمَاء مَّعِينٍ


“Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering; maka siapakah yang akan mendatangkan air yang mengalir bagimu?”.” (QS Al-Mulk [67]: 30)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


لَا تَبِيْعُوْا فَضْلَ الْمَاءِ


“Janganlah kalian menual beliakan air (yang lebih).” (HR Al-Bukhari)

Dosa Ketujuh Puluh Dua: Menato Wajah Hewan dengan Besi Panas


Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melewati seekor keledai yang wajahnya telah ditato dengan besi panas. Maka beliau bersabda:


لَعَنَ اللَّهَ الَّذِي وَسَمَهُ


“Allah melaknat orang yang telah menatonya.” (HR Muslim)

Dosa Ketujuh Puluh Tiga: Berjudi


Allah Ta’ala berfirman:


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالأَنصَابُ وَالأَزْلاَمُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ، إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَن يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاء فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَن ذِكْرِ اللّهِ وَعَنِ الصَّلاَةِ فَهَلْ أَنتُم مُّنتَهُونَ


“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).” (QS Al-Maidah [5] 90-91)

Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab Al-Kabair Ini: Dosa Besar Ketujuh Puluh Empat hingga Ketujuh Puluh Enam


Dosa Ketujuh Puluh Empat: Melakukan Dosa di Tanah Suci


Allah Ta’ala berfirman:


وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ الَّذِي جَعَلْنَاهُ لِلنَّاسِ سَوَاء الْعَاكِفُ فِيهِ وَالْبَادِ وَمَن يُرِدْ فِيهِ بِإِلْحَادٍ بِظُلْمٍ نُذِقْهُ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ


“Dan Masjidilharam yang telah Kami jadikan untuk semua manusia, baik yang bermukim di situ maupun di padang pasir dan siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara zalim, niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebahagian siksa yang pedih.” (QS Al-Hajj [22]: 25)

Dosa Ketujuh Puluh Lima: Meninggalkan Shalat Jumat


Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada orang-orang yang meninggalkan shalat Jum’at:


لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ رَجُلا يُصَلِّي بِالنَّاسِ، ثُمَّ أُحَرِّقَ عَلَى رِجَالٍ يَتَخَلَّفُونَ عَنِ الْجُمُعَةِ بُيُوتَهُمْ


“Ingin rasanya aku memerintahkan seseorang untuk memimpin shalat (berjamaah) kemudian aku membakar rumah orang-orang yang meninggalkan shalat Jumat.” (HR Muslim)

Dosa Ketujuh Puluh Enam: Membocorkan Rahasia Kaum Muslimin


Di dalam bab ini terdapat hadits Hathib bin Abi Balta’ah, yang akan dibunuh oleh Umar radhiyallahu ‘anhu kerena perbuatannya (membocorkan rahasia kaum muslimin). Akan tetapi, hal tersebut dicegah oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam karena Hathib termasuk sahabat yang ikut dalam Perang Badar.

Hal ini karena tindakannya yang memata-matai akan melemahkan agama Islam dan kaum muslimin. Kaum muslimin akan dibantai, ditawan, dan dirampas harta bendanya. Orang seperti ini termasuk di antara orang-orang yang melakukan kerusakan di atas muka bumi, menghancurkan wanita dan generasi penerus. Sehingga ia layak dibunuh dan akan merasakan adzab dari Allah.

Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab Al-Kabair Ini: Perkara-Perkara yang Diperkirakan Termasuk Dosa Besar (Bagian ke-1)


Tatkala Imam Adz-Dzahabi rahimahullah selesai menyebutkan dosa-dosa besar beserta dalil-dalilnya, maka di akhir kitab Al-Kabair beliau menyebutkan sebuah pasal yang mengumpulkan dalil-dalil yang di dalamnya terdapat ancaman-ancaman terhadap amalan atau perbuatan-perbuatan tertentu. Yang mungkin saja perbuatan-perbuatan tersebut termasuk dosa besar. Di antara dalil-dalil tersebut adalah:

1. Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

“Tidak beriman salah seorang dari kalian sebelum ia mencintai untuk saudaranya apa yang dicintainya untuk dirinya.” (Muttafawun ‘alaihi)

2. Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

لا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ أَهْلِهِ، وَوَلَدِهِ، وَنَفْسِهِ، وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

“Tidak beriman salah seorang dari kalian sebelum aku (Rasulullah) menjadi orang yang lebih ia cintai daripada keluarganya, anaknya, dirinya sendiri, dan seluruh manusia.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab Al-Kabair Ini: Perkara-Perkara yang Diperkirakan Termasuk Dosa Besar (Bagian ke-2)


Tatkala Imam Adz-Dzahabi rahimahullah selesai menyebutkan dosa-dosa besar beserta dalil-dalilnya, maka di akhir kitab Al-Kabair beliau menyebutkan sebuah pasal yang mengumpulkan dalil-dalil yang di dalamnya terdapat ancaman-ancaman terhadap amalan atau perbuatan-perbuatan tertentu. Yang mungkin saja perbuatan-perbuatan tersebut termasuk dosa besar. Di antara dalil-dalil tersebut adalah:

Imam Al-Hakim menshahihkan sebuah hadits dari Abu Khiras As-Sulami bahwa ia telah emndengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


مَنْ هَجَرَ أَخَاهُ سَنَةً فَهُوَ كَسَفْكِ دَمِهِ


“Barangsiapa yang mendiamkan saudaranya (hajr) selama setahun, maka ia seolah-olah telah menumpahkan darahnya (telah membunuhnya).” (HR Al-Hakim juz 4 hal 123)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


إِنَّ الرَّجُلَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللهِ لَا يُلْقِي لَهَا بَالًا يَهْوِي بِهَا فِي جَهَنَّمَ


“Sesungguhnya seseorang yang mengucapkan suatu perkataan yang menimbulkan murka Allah yang tidak ia hiraukan, niscaya ia akan tersungkur ke dalam neraka Jahanam dikarenakan ucapannya tersebut.” (HR Al-Bukhari).

Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab Al-Kabair Ini: Perkara-Perkara yang Diperkirakan Termasuk Dosa Besar (Bagian ke-3)


Di antara perkara-perkara yang diperkirakan termasuk dosa besar adalah sebagaimana yang disebutkan di dalam hadits berikut ini:

Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ خِبٌّ وَلَا مَنَّانٌ وَلَا بَخِيلٌ


“Tidak akan masuk surga orang yang suka memperdaya, orang yang suka mengungkit-ungkit kebaikan, dan orang yang bakhil.” (HR At-Tirmidzi dengan sanad yang dhaif)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ


“Seseorang dianggap berdosa apabila ia menceritakan setiap apa yang didengannya.” (HR Muslim)

Allah Ta’ala berfirman:


الَّذِينَ يَبْخَلُونَ وَيَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبُخْلِ وَمَن يَتَوَلَّ فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ


“(Yaitu) orang-orang yang kikir dan menyuruh manusia berbuat kikir. Dan barangsiapa yang berpaling (dari perintah-perintah Allah) maka sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS Al-Hadid [57]: 24)


 --------------------------------------------
(http://www.radiorodja.com/)

0 Response to "MP3 Kajian Kitab Al Kabair (Dosa-Dosa Besar) "

Posting Komentar

Santun dalam berkomentar, cermin pribadi anda.